Tak Berkategori  

Tikam Samurai (9)

berambut hitam. Ini gadis blasteran Amerika Meksiko, bisik hatinya, lalu menjawab “No Mom..”

“You are Moslem?”

“Yes, Mom…” kawannya sambil menatap gadis yang menebak amat tepat itu. Sama dengan kota-kota besar lainnya, di New York yg penuh sesak amat sulit menebak agama seseorang jika orang itu tidak memakai atribut spesifik agama yang dianutnya.

“Moslem from Indonesian..:?”

Si Bungsu menatap gadis itu sesaat.

“Yes Mom…”
“Padang…?”

Si Bungsu lagi-lagi menatapnya, dia tahu maksud gadis itu adalah Padang. Seperti berbunyi B karena pengaruh Mexico.

Cuma dia takjub, mengapa gadis ini bisa menembak amat tepat bahwa dari Padang.

“Yes, Mom. Padang…”
“Saya sudah menduga. Anda bicara tanpa aksen. Hanya ada dua Suku bangsa di Indone sia bahasa Inggrisnya tanpa aksen, bersih.Padang dan Riau.”

Lagi lagi dia menatap gadis itu.

“What…something wrong..?”

“Bagaimana anda bisa menebak saya dariPadang?”

Gadis itu tersenyum.

“Kan hanya dua. Kalau tidak dari Padang, saya akan tukar, dari Riau? Mudah, kan?”

Si Bungsu menyumpahi kebodohannya. Hatinya dibuat demikian melihat gadis itu tersenyum. Remuk dan sakit!
Dia sebenarnya benar-benar menyumpahi gadis cantik itu. Tapi gadis yg akan disumpah serapahinya itu justru mengulurkan tangan.

Mau tak mau dia menjabat tangan gadis itu.

“Apo kaba?”