Tak Berkategori  

Tikam Samurai II (28)

Dia terduduk. Darah… membasahi jubahnya. Taka ada yang berani bergerak me nolong Syekh itu.Takut oleh terjangan peluru Abidin.

“Saat ayah wafat dibunuh atas perintah paman, saya masih berusia delapan tahun. Empat tahun saya menunggu saat ini dengan dendam di dada. Ayah dibunuh karena tidak berpihak kepada NIIS,” ujarnya.

“Lalu apa hubungannya dengan saya…” ujar Syekh al-Khalif.

“Apa hubungannya dengan paman ?” ujar Abidin.

“Baik, agar semua orang tahu apa hubungan kematian ayah dengan paman. Paman berkali-kali membujuk ayah, bahkan meminta agar ibu juga mem- bujuk ayah, agar berpihak pada NIIS.Tapi ayah menolak, karena ayah tidak setuju dengan sikap merampok dan memperkosa, yang dilakukan NIIS.”

“Apa urusan ayahku memaksa ayahmu berpihak pada NIIS?” solang anak Syekh al-Khalif.
“Sebaiknya pertanyaan itu kita tanyakan langsung kepada paman..” jawab Abidin.
Saat… (bersambung)