Tak Berkategori  

tikam samurai

Mereka bertemu di sebuah bar. Duduk di meja yang agak tersisih. Saya lihat di internet jalan bernama Muhammad Ali itu. New York Time menulis di jalan itu peristiwa yang merenggut banyak nyawa terjadi. Di koran itu saya juga menemukan penjara dimana anda ditahan.

Dia membiarkan gadis itu bicara. Lalu:”Mengapa di tas anda ada bom yang nyaris membunuh saya?” ujarnya.
“Apakah anda lihat tas saya itu menggembung karena berisi bom?” tanya gadis itu. Dia segera teringat tas gadis itu dari kulit dan tipis.

“Ya tas saya tipis. Artinya, bom yang meledak itu adalah bom bubuk yg dimasukkan ke amplop tipis. Kemudian tanpa setahu saya amplop berisi bubuk pembunuh itu diselipkan dengan amat lihat oleh seseorang”.

Si Bungsu menatap gadis itu. Seluruh penjelasannya amat logis. Dan memang itulah yang terjadi. Yang menjadi pertanyaan mengapa dia yang disasar? Pertanyaan yang tak perlu ditanyakan.

Pekerjaannya sebagai Anggota CIA bagian yang melawan organisasi bajingan Ku Klux Klan, pasti berjibun musuhnya.

“Anda orang Indonesia?” Gadis itu mengangguk, lalu menggeleng.

“Saya orang Singapura. Buyut saya orang Indonesia,” ujarnya.

Kemudian dia bercerita. Kakek buyutnya berasal dari Riau. Tepatnya di Desa Buluhcina ditepian Sungai Kampar. Hampir sejak sdratus tahun yang lalu, masyarakat dari desa-desa di sehiliran Sungai Kampar sering menyelundup ke Singapura. Yang mereka bawa ke Singapura, seratusan tahun yang lalu adalahkayu sebentar beris. Singapura memang tidak mempunyai hutan. Kala itu mereka memer lukan kayu untuk perancah bangunan,