oleh

Tiku Dilanda Badai, Nelayan Takut Melaut

LUBUK BASUNG – Badai melanda kawasan perairan pantai Tiku,  Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam. Badai datang Sabtu (22/6) ketika sebagian nelayan akan turun melaut.

“Iya,  badai membuat nelayan tidak berani. Puluhan perahu penangkap ikan balik kanan kembali ke pantai bagi yang belum terlalu jauh ketengah laut,” sebut Mudrika (26) ketika ditanya Singgalang.

Bagi yang sudah terlanjur jauh ketengah cari perlindungan ke pulau terdekat,   bagan dan kapal nelayan yang tidak kuat melawan gelombang besar juga mencari pulau-pulau terdekat untuk tempat berlindung. Ada juga yang sempat pulang kembali ketepi.

Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Idonesia (KPLP), Nasaruddin ketika ditemui di Tiku, menyebutkan,  badai itu mulai Jumat (21/6) sekitar pukul 11.15 wib.

“Di Pariaman tidak satu pun nelayan turun,  Pulau Anso Duo dikosongkan,” kata Nasaruddin.

Di Tiku, perkiraan Nasiruddin tinggi gelombang berkisar 3 hingga 4 meter, sama juga dengan Pariaman dan Sasak. Petugas penjaga laut di Pariaman ada dua,  Sasak satu, Air Bangis satu. Angin barat daya.

Tidak melaut,  diperkirakan nelayan mengalani puluhan juta rupiah,  belum lagi termasuk terhadap kerugian rusaknya sebagian kelengkapan dan peralatan kapal.

Dedet warga Tiku menjelaskan,  gelombang laut kali ini betul-betul menghalangi nelayan melaut. Tidak yang mampu berlayar mengarungi laut untuk menangkap ikan. Dari pada sengsara lebih baik surut ke darat. (lukman) 

Berita Terkait