Tak Berkategori  

Tim Kukerta Unri Buat Hand Sanitizer untuk Masyarakat

PADANG – Sejak awal 2020 sampai September 2021 ini pandemi belum menemui titik terang berakhirnya. Masyarakat masih diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, yang salah satunya adalah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Hand sanitizer komersil yang mengandung zat kimia alkohol jika digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan iritasi di kulit, keracunan alkohol, resistensi antibiotik, dan banyak lagi.

Oleh karena itu, baru-baru ini Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Diah Anugrah Dipuja, M.Pd membuat hand sanitizer dari bahan alami yang tentunya minim efek samping (8/8/2021).

Bahan alami yang digunakan yaitu daun sirih dan sari jeruk nipis. dr. Retno Sari, MSC., Apt menuturkan air daun sirih sebanyak 15 persen ke atas sama efektifnya dengan etanol 70 persen untuk mengurangi jumlah bakteri dan virus.

Sementara itu, daun sirih adalah bahan yang mudah mengalami oksidasi. Untuk menguranginya, sari jeruk nipis yang bersifat anti-oksidan dan anti-bakteri dapat ditambahakan ke dalam air daun sirih tersebut.

Bahan yang perlu dipersiapkan untuk membuat 100 ml hand sanitizer alami diantaranya daun sirih 50 gram, air panas 200 ml, air bersih 200 ml, dan jeruk nipis 8 ml. Pertama-tama, daun sirih sipotong kecil-kecil, lalu dicuci hingga bersih dan diangin-anginkan hingga kering. Kemudian tuang daun ke dalam panci yang berisi 200 ml air panas. Setelah selesai, ambil panci yang lebih besar lalu isi dengan air dingin.

Kemudian masukkan panci yang berisi rendaman daun sirih ke dalam panci yang lebih besar, lalu rebus daun sirih dengan cara seperti ditim. Setelah suhu mencapai 90 derajat celcius, diamkan air rebusan selama 30 menit lalu disaring. Kemudian tuangkan air daun sirih hingga mencapai 15 persen, tambahkan 8 ml air jeruk nipis lalu aduk dan tuangkan ke botol spray.

Hand sanitizer alami yang selesai dibuat kemudian dibagikan kepada pihak kelurahan dan masyarakat Kelurahan Tarok Dipo, seperti ibu rumah tangga maupun bapak-bapak yang sedang berada di warung. Tidak hanya sekadar membagikan, Tim Kukerta juga memberikan edukasi terkait cara pembuatan hand sanitizer alami ini agar masyarakat juga bisa membuat sendiri di rumah dan tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk memilikinya.

Salah satu ibu kader Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) menyebutkan belum ada yang membuat hal yang serupa di wilayah Tarok Dipo tersebut. “Bisa diperjualbelikan dan menambah nilai ekonomis bagi daerah ini. Hand sanitizer ini hanya mampu bertahan selama 2 minggu, lewat dari jangka waktu tersebut dikhawatirkan bau yang dihasilkan dari hand sanitizer alami ini menjadi berubah. (rel)