pendidikansolok

Tim Pengabdian Masyarakat UNP Latih Teknik Desain Motif Pada Kelompok Tenun Wanita Padi Sarumpun

×

Tim Pengabdian Masyarakat UNP Latih Teknik Desain Motif Pada Kelompok Tenun Wanita Padi Sarumpun

Sebarkan artikel ini
Pelatihan desain motif pada kelompok wanita penghasil tenun ‘Padi Sarumpun’ di Jorong Kampung Atas, Nagari Sungai Jambur, Kec.IX Koto Sungai Lasi, Kab.Solok. Terselenggara karena program pengabdian masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Perhotelan dan Pariwisata (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP). (ist)

SOLOK – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Perhotelan dan Pariwisata (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan dan pendampingan pada kelompok wanita penghasil tenun ‘Padi Sarumpun’ di Jorong Kampung Atas, Nagari Sungai Jambur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok.

Kegiatan itu merupakan salah satu pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Kelompok women entrepreneurs tenun ‘Padi Sarumpun’ yang diketuai Zarti Dewita mendapat materi teknik dan seni mendisain motif berbasis kearifan lokal.

Ketua Pelaksana, Abel Tasman, SE MM mengatakan, wanita pengusaha sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW, yakni istri Nabi, Sayiddah Khadijah merupakan seorang saudagar sukses yang menggunakan keuntungan berdagang untuk mendukung dakwah Nabi. Begitu juga secara sistem kekerabatan matrilineal (garis keturunan dari pihak Ibu) di suku Minangkabau, peran perempuan cukup mendominasi, termasuk di bidang ekonomi. Hal itu mendukung munculnya pengusaha-pengusaha perempuan yang menghasilkan produk-produk dibutuhkan konsumen. Salah satunya tenun dan songket.

Baca Juga:  Pengabdian Masyarakat, FEB UNP Beri Pelatihan Pembuatan Buket Bunga

“Banyaknya bermunculan produsen tenun, tentunya menimbulkan persaingan. Oleh karena itu, perlu inovasi dalam membuat produk tenun,” katanya.

Kepada kelompok tenun wanita Padi Serumpun, tim memberikan pelatihan inovasi disain motif, digital marketing dan literasi keuangan. Pelatihan diharap bisa membentuk UMKM penghasil tenun yang berkelanjutan. Selain pelatihan, kelompon tenun Padi Sarumpun diberikan pendampingan sampai Desember 2023.