oleh

Tingkatkan Kesejahteraan Peternak dan Swasembada Susu Lewat Farmer2Farmer

PADANG – Indonesia pada periode 2017 hingga 2020 diperkirakan akan mengalami defisit susu sebesar 71 ribu hingga 103 ribu ton. Hal itu berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian pada Desember 2016.

Rendahnya angka konsumsi susu ini menunjukkan masih besarnya potensi, baik potensi pasar bagi industri pengolahan susu di Indonesia maupun potensi pengembangan usaha untuk para peternak Indonesia. Potensi inilah yang coba dikembangkan oleh Frisian Flag Indonesia melalui program Farmer2Farmer yang mengirim empat peternak Indonesia untuk belajar tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) langsung ke Belanda.

“Menghadapi situasi yang memang banyak tantangan sekaligus potensi ini dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak terkait, terutama para peternak. FFI percaya bahwa jika peternak sapi perah diberikan kesempatan untuk berkembang dan maka akan membuat perbedaan besar baik untuk kehidupannya dan usaha menuju swasembada susu nasional. Peternak yang kami bawa ke Belanda akan mendapat ilmu peternakan lebih baik hingga mengekspos mereka ke budaya dan pengalaman di luar negeri. Nantinya, mereka diharapkan mempunyai perspektif baru yang segar dan pendekatan baru hingga termotivasi untuk menghadapi berbagai tantangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata PR Manager Frisian Flag Indonesia Fetti Fadliah.

Selama berada di Belanda, peternak diajarkan pengetahuan dan keterampilan serta penerapan aspek teknis beternak yang dimiliki.

“Standar penilaian keberhasilan usaha peternakan sapi perah menurut FAO terdiri dari beberapa aspek teknis antara lain: aspek pembibitan dan reproduksi, pakan dan air minum, pengelolaan, kandang dan peralatan, kesehatan dan kesejahteraan ternak hingga manajemen keuangan,” ujar Fresh Milk QC/QA Manager Frisian Flag Indonesia, Tino Nurhadianto.

Kompetisi Farmer2Farmer 2019 merupakan bagian dari program Farmer2Farmer dari FFI. Program berkelanjutan ini bernaung di bawah Dairy Development Program (DDP) oleh perusahaan induk, FrieslandCampina, dan merupakan salah satu usaha FrieslandCampina untuk mewujudkan tujuan Nourishing by Nature ke dalam kehidupan sehari-hari.

Tahun ini merupakan tahun ketujuh dari implementasi program Farmer2Farmer. Secara nasional, kompetisi ini dimulai dari awal tahun dengan melibatkan para peternak sapi perah lokal yang berasal dari empat koperasi peternak sapi perah di Jawa Barat dan Jawa Timur, yaitu Koperasi Peternakan Sapi Bandung Selatan (KPSBS) pangalengan dan Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang di Jawa Barat, Koperasi Usaha Tani Ternak Suka Makmur dan Koperasi Bangun Lestari di Jawa Timur.

Setelah melakukan proses seleksi secara intens, sejumlah 110 peternak sapi perah terpilih untuk mengikuti kompetisi dan telah melalui proses penilaian sejak Februari 2019. Jumlah ini lalu mengecil menjadi 4 peternak yang hasilnya diumumkan pada April lalu. Peternak-peternak ini berhak mengikuti pelatihan GDFP yang berisi keterampilan teknis dan non teknis terkait dengan peternak sapi perah di Belanda.

Pemenang kompetisi F2F dari Pasuruan, Yanto, mengatakan sebelum bergabung di program F2F, dirinya belajar mengenai peternakan hanya berdasarkan pengetahuan turun temurun.

Senada dengan Yanto, pemenang kompetisi F2F dari Pangalengan, Apidh, mengatakan hal pertama yang akan dilakukannya di Indonesia adalah memperbaiki pakan dan juga mulai menerapkan silage.

Selain bekerja langsung dan belajar langsung dengan para peternak sapi perah di Belanda, para peternak juga diajak untuk mengunjungi Dairy Campus yang terletak di Leeuwarden, Belanda dan CRV Breeding Centre di Wirdum, Belanda. Lewat dua tempat ini, para peternak diajak untuk belajar mengenai teknologi peternakan sapi perah di Belanda pembibitan sapi perah unggul dan memilih sapi berdasarkan tempat tinggal dan kondisi di berbagai dunia.

Program farmer2farmer yang diluncurkan pada tahun 2013 telah menjangkau sekitar 1.000 peternak sapi perah lokal. Pemenang kompetisi Farmer2Farmer 2019 diharapkan dapat membagikan pengetahuan mereka tentang Good Dairy Farming Practices (GDFP) kepeda peternak lainnya sehingga akan semakin banyak peternak sapi perah yang diberdayakan dan memiliki kualitas hidup lebih baik sebagai peternak sapi perah. (yuni)

 

Loading...

Berita Terkait