Tak Berkategori  

Toko Barkat, Menjaga Mutu Bumbu Ratusan Tahun

Akmal Ahmad bersama putranya, Zafran di sela-sela kesibukkan di toko. (lenggo)
Akmal Ahmad bersama putranya, Zafran di sela-sela kesibukkan di toko. (lenggo)

 

PADANG – Ranah Minang, terkenal dengan kulinernya. Randang salah satu kuliner asal Sumbar yang mendunia. Dalam membuat randang tersebut tentu ada bumbu pelengkap agar ‘mak nyus’ dan lezat. Salah satu bumbu andalan rang minang memasak randang adalah bumbu Barkat H. Akmal Ahmad, No.46, Jalan Bandar Olo, Padang .

Kepada Singgalang, Akmal Ahmad (54) menceritakan kalau bumbu itu diracik sendiri mengunakan rempah-rempah asli Indonesia.

“Resep olahan racikkan bumbu tersebut sudah diwariskan dari keluarga secara turun temurun,” ucapnya mengawali perbincangan, Jumat (1/4).

Resep tersebut berawal dari kakeknya dari tahun 1800. Kemudian dilanjutkan generasi ayahnya T.S Ahmad, 1939. Sekarang terus berkembang ke generasinya, yang diwariskan kepada enam anaknya, Hamzah Akmal, Albasit Akmal, Zafran Akmal, Fadhil Akmal, Muazid Akmal dan Muhammad Adzka,.

Menurutnya, dari sembilan bersaudara, hanya ia putra ke-9 yang mampu mewarisi resep andalan keluarga besarnya.

“Kini alhamdullilah, toko saya sudah berkembang lebih dari 10 unit, tersebar di Pasar Raya dan Belakang Olo,” jelasnya.

Dalam mengembangkan usahanya tersebut, Akmal Ahmad mengajarkan kepada putranya untuk mampu menjaga warisan keluarga ini. Tanpa paksaan, akhirnya sang putra pun berminat, hingga akhirnya memiliki toko tersebar di Padang.

“Cari¬†saja, toko yang ada mereknya Toko Barkat H Akmal Ahmad,” ucapnya.

Selain mengajarkan anak-anaknya berdagang, Akmal Ahmad pun wejangan agar tetap menjaga mutu andalan resep keluarga.

“Bagi kami dalam menjaga kualitas bumbu, sama dengan menjaga kepercayaan pelanggan,” ujarnya.

Menurutnya, kepercayaan pelangan adalah hal yang paling utama. Begitupula dengan mutu dan kualitasnya. “Saya tetap menekankan kepada anak-anak untuk tetap menjaga mutu, kualitas dan kepercayaan dari pelanggan. Jikalau sudah diperoleh, insyaAllah berdagang tetap maju,” nasehatnya.

Nah, selain itu, mereka harus berdagang secara jujur. Sebab, zaman sekarang kejujuran tersebut mahal. Hal itu sesuai dengan nama yang diberikan kepada tokonya, yakni Toko Barkat H Akmal Ahmad.

Barkat itu artinya, penuh keberkatan. Jadi semuanya harus lakoni secara jujur baru dapat keberkatan dari sang pencipta.

Alhasil, Akmal Ahmad telah bisa dibilang pengusaha sukses dalam mengembangkan usaha keluarga hingga mancanegara.

“Bumbu Barkat sudah sampai hingga negara Asean, dan sedikit Negara Arab. Bumbu tersebut bukan dikirim langsung, melalui pedagangnya langsung membawanya melalui Teluk Bayur, Belawan dan Tanjung Periuk,” jelasnya.

Terkait, dengan era bebas alias MEA saat ini, ia pun menyampaikan pendapatkan kalau Indonesia belum siap menghadapinya.

“Dalam era bebas, kita belum belum siap. Apalagi, dengan kondisi ekonomi lemah seperti ini,” ucapnya.

Jikalau ditanya soal pemasukkannya, Akmal Ahmad tidak mau berkoar-koar.

“Penghasilan, untuk kehidupan bisalah, kalau pendapatan apalah. Pas-pasanlah untuk mencukupi kehidupan enam orang anak dan satu orang istri,” ucap Akmal Ahmad dengan low profilenya.

Dalam mengembang usahanya ini, Akmal Ahmad mendapat dorongan support yang penuh dari belahan jiwanya Aisyah dan permata hatinya enam jagoan semuanya.

“Mengarungi hidup ini kita harus maju ke depan, dan tidak boleh berfikir ke belakang,” ucapnya mengakhiri perbincangan. (lenggo)