Tak Berkategori  

Tol Padang-Pekanbaru Diyakini Angkat Perekonomian Sumbar

Ilustrasi (infotol.com)
Ilustrasi (infotol.com)

PADANG – Kehadiran tol Padang-Pekanbaru diyakini mampu menderek perekonomian Sumbar secara makro, karena akan membuka pasar komoditas Sumbar yang lebih besar ke Riau.

Harapan itu mengemuka pada Dialog Kedjajaan Bangsa yang bertemakan ‘Jalan Tol Padang – Pekanbaru, Mungkinkah?’ di Sikola Cafe, Sekretariat DPP IKA Unand, Jumat (4/5).

Anggota DPR RI, Alex Indra Lukman menegaskan pembangunan ruas Tol Padang-Pekanbaru sudah pasti dilaksanakan, bukan mungkin lagi, karena sudah di- groundbreaking. Biayanya sekitar Rp59 triliun. Masalahnya ada terowongan sepanjang 8,9 kilometer. Rencananya untuk pembangunan ini membutuhkan Rp6 triliun.

“Pemerintah sedang membangun, merangkai seluruh kawasan strategis. Riau, Sumbar dan daerah lainnya. Pembangunan tidak hanya tiba-tiba tapi sudah direncanakan dan rangkaian sejarah. Tol itu dibangun sudah jauh melampaui masanya ke depan. Infrastruktur, harus menyatukan barat dan timur Sumatera,”sebutnya.

Sementara, Anggota DPD RI, Nofi Chandra mengakui penting adanya tol Padang-Pekanbaru, namun pentingnya itu apakah hanya berdampak pada pelaku ekonomi mikro atau makro. Sejauh mana ekonomisnya, jalan itu dibangun, berapa banyak toko dan UMKM terpengaruh jalan tol.

Demikian juga Ketua Kadin Sumbar, Ramal Saleh. Menurutnya tol Padang-Pekanbaru adalah keniscayaan. Secara langsung akan berdampak multiplier effek bagi pertumbuhan ekonomi Sumbar. Untuk itu, ekspor harus tingkatkan. Dorong industri berbasis komoditi.

Sementara, Dirut PT Semen Padang, Yosviandri mengakui tidak semua usaha yang mati dengan tol. Sudah pasti ada dampak positifnya bagi usaha lain. Disebutkannya, PT Semen Padang punya kapasitas 8,9 ton per tahun. Sementara, biaya transportasi sangat tinggi, menggunakan kapal. Semuanya pabrik semen dan pasar di Indonesia berada di pantai timur Sumatera.

Jika ada tol, Semen Padang sangat terbantu. Transportasi lebih cepat. Cepat kirim semen ke konsumen di Riau. Jika waktu tempuh 8 jam, waktu itu akan dapat dipangkas. Ketika jalan tol dibangun, tidak hanya ruas itu menjadi fokus. Sumatera dapat dikuasai jika tol itu diresmikan. (yose)