Tak Berkategori  

Tragedi di Perum Mutiara Kulim, Ini Kata Warga Sekitar TKP

PEKANBARU – Pasangan suami istri, PNG (28) dan almarhumah NSW (27) beserta ketiga anaknya ternyata belum cukup dua tahun tinggal di komplek Perum Mutiara Kulim, Sialang Rampai, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah warga yang masih penasaran dengan peristiwa yang baru kali pertama terjadi di komplek mereka tersebut.

“Mereka baru sekitar 1 tahun 6 bulanan menempati rumah nomor 8 tersebut, setau saya mereka balik DP dari pemilik sebelumnya,” kata Hengki Irawan kepada awak media Selasa (17/11/2020).

Dikatakan Hengki, sosok sang suami yaitu PNG sangat ramah dan suka bergaul dengan warga serta pemuda sekitar. Bahkan PNG rajin ikut kegiatan pengajian yang diadakan.

“Dari yang saya tahu PNG bekerja sebagai sopir alat-alat kendaraan. Ia pernah bercerita kalau dia asli dari Lintau. Sebagai tetangga saya tidak pernah mendengar pasangan tersebut bertengkar dan sebagainya, bahkan adem-adem saja rasanya,” ungkapnya.

Terpisah, Ana (53) warga asal Medan yang sudah menetap di komplek tersebut mengaku kaget saat diberi kabar dan peristiwa tersebut.

“Kalau sosok almarhumah sama saya agak jarang bergaul, mungkin karena beda blok ya. Tapi dulu dia pernah berenacana bergabung dengan kelompok arisan ibu-ibu disini namun tidak jadi karena mungkin tegah hamil hingga akhirnya lahir anak kembar. Setau saya dia warga Solok, cuma dimana pastinya saya juga tidak tahu” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Pekanbaru dibuat geger dengan penemuan sesosok mayat ibu muda. Jasad itu ditemukan suaminya dalam kondisi sudah tak lagi bernyawa di salah satu bagian dapur rumahnya.

Tak hanya itu, sang suami juga mendapati tiga buah hatinya tergeletak di kamar dalam kondisi hampir serupa. Setelah dicek salah seorang warga yang berprofesi sebagai dokter dua buah hatinya sudah tak bernyawa.

Selain menemukan jasad para korban, ditemukan pula sepucuk surat dengan kertas putih bertuliskan Maafkan AKu … Aku Pergi … Biarkan Anak2 bersamaku. (411)