Tak Berkategori  

Transaksi di Pasar Ternak Muaro Paneh Meningkat Jelang Hari Raya

Pedagang dan pembeli saat bertransaksi di pasar ternak Muaro Paneh. (rusmel)
Pedagang dan pembeli saat bertransaksi di pasar ternak Muaro Paneh. (rusmel)

AROSUKA – Aktivitas jual beli ternak di pasar ternak Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok meningkat tajam seminggu menjelang Idul Adha 1437 Hijriah ini.

Ribuan ekor sapi berjejal di lokasi penjualan di pasar ternak terbesar di Sumatera Barat ini. Sementara para tauke dan pedagang juga tampak sibuk melayani pembeli yang datang dari berbagai lapisan, termasuk panitia kurban.

Pengamatan Singgalang, Senin (5/9), dalam hitungan menit sejumlah transaksi jual beli terjadi di pasar seluas 2 hektare itu. Transaksi yang dilakukan dengan cara konventional melalui basorok, masih menjadi model jual beli yang diminati.

“Tidak ada yang dijual dengan cara ditimbang,” ujar Artani (58) salah seorang pedagang yang bersal dari nagari setempat.

Ternak sapi dijual hanya dipatut atau dengan istilah setempat di tongkong saja. Kalau harga cocok dengan kondisi ternak yang ditawar, jual beli dianggap sah dan ternak bisa langsung dibawa.

Menurut Artani, budaya marosok atau transaksi jual beli dari balik sehelai kain masih lazim digunakan. Biasanya pedagang dan calon pembeli menggunakan sarung untuk transaksi seperti ini. Tingkat kerahasiaan antara pembeli dan tauke terjaga sehingga tidak ada unsur monopoli harga.

Terkait omset jual beli menjelang Hari Raya Kurban, Arman (45), salah seorang pedagang lain menyebutkan, harga sapi variatif mulai Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. Namun demikian, panitia kurban biasanya telah menghubungi pedagang untuk dicarikan ternak yang sesuai dengan standar hewan kurban.

“Harganya tergantung berapa jumlah uang kurban yang terkumpul untuk satu ekor sapi,” jelasnya.

Pasar ternk Muara Panas hari ini dipenuhi ternak sapi yang didatangkan dari berbagai daerah seperti Lampung, Palembang, Jambi dan daerah lainnya. Selain Sapi, pedagang juga menyediakan kambing dan kerbau, tetapi dalam jumlah terbatas.

“Harga ternak tergantung kesepakatan. Tidak ada harga standar, ” ujar salah seorang tauke, Man (56).

Disebutkan, banyak panitia yang memesan sapi sesuai iuran untuk kurban. Saat ini biaya satu nama kurban berkisar antra Rp2 juta hingga Rp 2,5 juta dan biasanya terdiri dari 7 peserta .”Rata rata panitia kurban minta sapi seharga Rp14 juta sampai di rumah dan kita carikan,” jelas Man.

Sementara sejumlah konsumen yang ditanya soal harga ternak di Muaro Paneh, relatif lebih tinggi dibanding hari biasa. Namun lantran hewan kurban menjadi kebutuhan, pihaknya tetap membeli.

Apalagi pasar Muaro Paneh hari ini adalah hari pasar terakhir bagi panitia untuk membeli ternak sebelum hari raya kurban.  Kalau menunggu besok, kita harus ke pasar ternak Sijunjung,” ujarnya. (rusmel)