Tak Berkategori  

Tuduhan Ijazah Palsu, Ini Penjelasan Cawagub Nasrul Abit

Nasrul Abit (kanan) dan timnya memperlihatkan ijazah dalam jumpa pers, Rabu (21/10) (arief pratama)
Nasrul Abit (kanan) dan timnya memperlihatkan ijazah dalam jumpa pers, Rabu (21/10) (arief pratama)

PADANG – Calon Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengklarifikasi tudingan dirinya menggunakan ijazah palsu dan rekening kampanye ganda pada Pemilihan Gubernur 2015.

“Ijazah saya adalah ijazah yang mengantarkan saya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian menjadi Bupati Pesisir Selatan periode 2010 hingga 2015. Tidak mungkin sekarang tiba-tiba ijazah itu menjadi palsu,” katanya di posko pemenangan Irwan Prayitno-Nasrul Abit di Padang, Rabu (21/10).

Dia mengakui, nama orang tua dalam ijazah SD dengan ijazah ST(setingkat SMP) dan STM berbeda, namun bukan berarti itu ijazah palsu.

“Pada ijazah SD, dicantumkan nama orang tua saya, Abit. Sedangkan dalam ijazah ST dan STM adalah nama wali saya yang juga merupakan adik ibu saya, yaitu Ali Umar,” katanya.

Perbedaan penulisan nama dalam ijazah itu menurut dia juga telah diklarifikasi dan disahkan oleh Pengadilan Negeri Pesisir Selatan pada 7 Januari 2012.

Sedangkan terkait rekening kampanye ganda menurut dia, terjadi karena adanya komunikasi yang kurang “nyambung” dengan Komisi Pemilihan Umum Sumbar.

“Awalnya kita membuka rekening di BNI 46 atas nama calon Irwan Prayitno-Nasrul Abit, kemudian karena ada informasi secara lisan dari KPU, bahwa kami bisa buka rekening kampanye atas nama tim sukses/tim kampanye, kami buatlah rekening lain. Sekarang persoalan itu telah selesai, rekening yang digunakan hanya satu yaitu Bank BNI 46,” katanya. (aci)

sumber:antara