Tak Berkategori  

Turis Malaysia Terbanyak ke Sumbar, Padang Berbenah

Para pembicara dan peserta Seminar Pengembangan Wisata di Hotel Balairung, Jakarta (kj)
Para pembicara dan peserta Seminar Pengembangan Wisata di Hotel Balairung, Jakarta (kj)
Para pembicara dan peserta Seminar Pengembangan Wisata di Hotel Balairung, Jakarta (kj)

JAKARTA – Kunjungan wisatawan terbanyak ke neggara tetangga seperti Singapura dan Malaysia justru disumbang Indonesia. Di sisi lain 77 persen kunjungan wisata ke Sumbar datang dari Malaysia dan para 
tamu itu kebanyakan keturunan Minang.

Pakar wisata Sari Lenggogeni mengemukakan hal itu dalam seminar pengembangan wisata Sumbar berbasis syariah, peluang dan tantan gan di Hotel Balairung, Jakarta, Jumat (18/3).

Acara yang digelar Gebu Minang itu menghadirkan pembicara selain  Lenggogeni, yaitu Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar. Kemudian Wawako Padang, Emzalmi dan owner 
Syofyan Hotel Grup, Riyanto Sofyan dengan moderator, Khairul Jasmi.  “Kita ingin wisata Sumbar maju,” kata ketua panita, Chairul Umaiya.

Menurut Lenggogeni, ada tiga pasar wisatawan internasional terbesar Sumbar, Malaysia 77 persen, Australia 4,1 dan Prancis 0,07 persen. Jumlah ini bisa membubung jika konektivitas bandara di Padang diperbanyak.

Dosen Unand ini menyebut wisata syariah bisa ditafsirkan beragam konsumen dan bisa pula menjadi miss consepsi. Ia lebih cenderung dengan wisata halal.

Bagi dia lebih penting memperkuat daerah tujuan wisata di Indonesia sehingga warga negara sendiri tak berwisata ke luar negeri lagi. Ini katanya harus didukung regulasi oleh pemerintah “Kita harus punya branding,” kata dia.

Wawako Padang, Emzalmi menyebut Padang kini sedang giat berbenah untuk wisata yang ramah. Berbagai sarana dan prasarana dibangun. Untuk itu Emzalmi menawarkan berbagai peluang investasi. Saat ini tersedia lahan 500 hektare untul wisata terpadu di kota ini.

Memang Padang sedang berbenah secara serius. Danau Cimpago misalnya diperbaiki dengan dana Rp4 miliar dari APBD kota dan Rp3 miliar dari anggaran Balai Sungai V. Pelebaran jalan di sana juga dilalukan dengan dana Rp2,3 miliar. Bahkan kawasan Batu Malin Kudang direvitalisasi dengan anggaran Rp10,6 miliar.

Rencana hebat lainnya menyulap pantai menjadi kawasan yang ramah bersih bebas pakuak dan harus aman. “Kita tunggu hasilnya dan semoga semua cepat terealisasi, ” kata operator wisata Ian Hanafiah.(kj)