feature

Turki-Australia Luar Biasa

×

Turki-Australia Luar Biasa

Sebarkan artikel ini

CATATAN DARI AUSTRALIA INDONESIA MUSLIM EXCHANGE PROGRAM (7)

Oleh Isral Naska

Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Delegasi AIMEP (Australia Indonesia Muslim Exchange Program)

 

Setelah usai dari The Village rombongan langsung menuju tujuan berikutnya, yaitu sebuah masjid yang didirikan oleh komunitas Turki, diberi nama Gallipoli Mosque. Berarti ini adalah masjid kedua yang kami kunjungi di Australia setelah Masjid Lakemba yang dibangun oleh orang-orang Lebanon.

Lokasi masjid ini berada di sebuah kota kecil di sekitaran Sydney, bernama Auburn. Dari kejauhan sudah terlihat tanda-tanda keberadaan masjid, yaitu menara. Tidak hanya satu, tapi dua! Dan menara-menara itu begitu menonjol sebab tidak ada bangunan lain yang lebih tinggi dari keduanya. Semakin dekat, Masjid Gallipoli semakin nyata. Sekarang terlihat sebuah kubah besar berwarna kebiruan, dikelilingi oleh beberapa kubah lain yang lebih kecil.

Dalam hati saya bergumam bahwa masjid ini mirip sekali dengan sebuah masjid lain, tapi entah masjid apa. Ini membuat saya sibuk berpikir “ini masjid mirip masjid yang mana ya?”

Masjid yang berada di persimpangan ini memiliki beberapa fasilitas. Di sampingnya terdapat sebuah bangunan. Dalam pandangan pertama, bangunan tersebut tampak menyatu dengan masjid. Rupanya setelah saya masuk ke dalam, bangunan itu terpisah dan hanya disatukan oleh sebuah koridor terbuka yang cukup luas. Tampaknya bangunan dengan arsitektur yang masih senada dengan masjid itu adalah sebuah gedung serba guna.

Di koridor tersebut terlihat banyak bapak-bapak lansia berwajah Turki duduk-duduk dan saling bercengkerama menunggu masuk waktu Jumat, yang tampaknya masih dua jam lagi. Kumpul-kumpul seperti itu adalah sesuatu yang sangat Timur dan tentu saja sangat Turki. Jarang-jarang orang Barat melakukan hal itu karena umumnya mereka lebih individualis.

Baca Juga:  Gempa 4.0 SR Guncang Bukittinggi Penghuni Hotel Berhamburan

Halaman masjid sebagian besar berbentuk lantai keramik kasar yang saya tidak tahu namanya. Warnanya krem lembut serupa dengan warna dinding luar masjid. Di halaman masjid bagian depan gedung serba guna, tampak sebuah jenjang menuju ruang bawah tanah. Di sana tertulis besar-besar “Gallipoli Fitness”. Layanannya ada dua, yaitu gym dan pelatihan bela diri. Masjid ini rupanya tidak hanya pusat rohani, tapi juga ditempati pelatihan jasmani. Memang begitu harusnya.

Tepat di dinding luar masjid tertulis besar-besar nama resmi masjid “Auburn Gallipoli Mosque”. Kami disambut oleh seorang pengurus masjid di halaman. Katanya “masjid ini kami desain dengan mengadaptasi Blue Mosque di Turki. Nah ini yang saya tanya-tanya sejak tadi! Benar, masjid ini memang menyerupai Blue Mosque, tapi dalam bentuk yang lebih kecil dan sederhana.

Masjid ini mulai dibuka pertama kali tahun 1979 oleh komunitas Muslim Turki. Pada tahun 1986 mereka mulai membangun dengan desain sebagaimana yang terlihat hari ini. Baru pada tahun 1999 masjid ini selesai dibangun sepenuhnya. Biaya yang dihabiskan tidak main-main, tidak kurang dari 6 juta AUD! Itu setara dengan lebih dari 61 M rupiah kurs hari ini. Tapi ini adalah 61 M ketika tiga puluh tahun lampau!