Ubah Gaya Hidup Agar Terhindar dari Penyakit Jantung dan Stroke

Ilustrasi (net)

KESEHATAN merupakan aset yang berharga dalam dalam keberlangsungan hidup. Masyarakat Indonesia termasuk orang-orang yang kurang kepeduliannya terhadap masalah kesehatan. Padahal, penyakit mematikan seperti jantung, diabetes, stroke menunjukan kecenderungan menigkat dari waktu ke waktu.

Penyakit yang tidak menular ini tidak melihat batasan usia, tetapi gaya hidup. Gaya hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebabnya. Masyarakat dengan gaya hidup yang buruk, seperti merokok, mengonsumsi makanan yang tidak sehat, tidak banyak aktivitas olahraga dan riwayat penyakit keluarga menjadi faktor risiko tinggi.

Menurut data WHO (World Health Organization) tahun 2016, sekira 73% kematian di Indonesia diakibatkan dari penyakit kardiovaskular atau jantung, diabetes dan kanker. Menurut dr Johan Winata penyakit-penyakit kritis tersebut langsung berhubungan dengan nyawa. Bahkan, data menunjukan bahwa urutan penyakit kritis pertama adalah penyakit kardiovaskuler atau jantung.

“Kardiovaskuler mencakup penyakit jantung dan penyakit stroke dan seperempatnya baru penyakit kanker. Angka atau fakta ini sangat berbanding terbalik dari 20 tahun lalu. Pada 20 tahun lalu penyakit kanker menjadi penyakit pertama. Kemudian setelah kanker baru penyakit metabolik seperti jantung dan stroke,” kata dr Johan Winata, saat ditemui dalam peluncuran Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA) dikawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (11/10)

Jelas terlihat bahwa gaya hidup menjadi salah satu pemicu terbesar dari berbagai masalah penyakit. Gaya hidup yang berantakan, mulai dari seringnya mengonsumsi makanan cepat saji dan terlalu sibuk bekerja hingga lupa untuk berolahraga. Faktor ini yang menjadikan penyakit jantung, sebagai penyakit kritis diurutan pertama.

“Oleh karena perubahan gaya hidup, menjadikan penyakit metabolik yaitu jantung dan stroke menjadi penyakit pertama (nomor 1). Sekira 50 persen angka kematian diseluruh Indonesia disebabkan oleh penyakit jantung dan stroke. Sisanya baru penyakit lain,” ungkapnya kepada okezone.

Bukan hanya terjadi pada usia lanjut, penyakit kritis ini juga bisa dapat menimpa kaum muda. Adanya perubahan gaya hidup yang terjadi dikalangan muda, tidak menutup kemungkinan mereka juga dapat berisiko terkena penyakit mematikan ini. (aci)

Loading...