Tak Berkategori  

Ulasan Film Pendek: ‘The Maid’

Kali ini kita akan melihat sebuah film yang cukup fenomenal di minggu ini. Film pendek asal India ini membahas masalah strata sosial yang sangat kental dan masih terjadi di negara tersebut.

Di India sendiri, banyak isu seperti ini yang diangkat di media film, selain isu lain yang masih terjadi di beberapa negara bagian di India, seperti isu feminisme, perbedaan kasta, agama minoritas, dan perdagangan manusia.

Salah satu channel YouTube India, ContentkaKeeda telah mengunggah film pendek berjudul ‘The Maid’ yang memiliki judul asli ‘Chichi Dirty’. Kami membahas secara detail seperti apa sebenarnya film ini.

‘The Maid’ disutradarai dan ditulis oleh Surabhi Saral Sachdev. Sejumlah pemain disertakan dalam film pendek ini, seperti Reyansh, Sai Deodhar Anand, Amrita Chowdhary, Ritu Chowdhary Seth, dan Uruz.

Berkat kru dan pemeran, ‘The Maid’ berhasil masuk 5 kategori di berbagai ajang penghargaan, dan berhasil juga meraih 2 penghargaan di, California Film Awards dan Independent Short Awards.

Akun YouTube ContentkaKeeda sendiri rupanya memiliki 412 ribu subscriber dan mulai bergabung dengan YouTube pada 21 Januari 2020. Sejak saat itu mereka tidak pernah kehabisan konten untuk dibagikan kepada penonton. Temukan banyak film seru hanya di indoxxi.

Terbukti mereka rutin membuat konten setiap hari Kamis pukul 12.30 WIB. Dalam tiga hari, ‘The Maid’ ditonton oleh 160 ribu (saat review ini dibuat-red), dan akan terus bertambah setiap harinya.

‘The Maid’ sendiri menceritakan tentang Shreya (Sai ​​Deodhar Anand), seorang ibu dari seorang anak laki-laki bernama Reyansh. Shreya memiliki profesi sebagai wanita pekerja yang memiliki Asisten Rumah Tangga bernama Shabana yang di perankan Amrita Chowdhary.

Shabana terlihat berhubungan mengurus Reyansh saat Shreya sibuk dengan pekerjaannya. Di awal adegan, Shreya mengunjungi rumah rekan kerjanya, Juhi (Ritu Chowdhary Seth), dan membawa Reyansh dan Shabana bersama mereka.

Shreya kemudian disambut dengan keadaan rumah Juhi yang sangat berantakan. Juhi sendiri memiliki satu putri cantik bernama Ivana (Uruz). Juhi sangat sibuk mengurus pekerjaan, begitu juga dengan anaknya, dan berinisiatif mengajak Shreya untuk mengerjakan pekerjaan mereka bersama di rumah Juhi.

Juhi telah menggunakan layanan ART sebanyak lima kali, namun banyak anggota rumah tangganya yang hanya mengundurkan diri hingga 3 bulan. Shreya kemudian memperkenalkan Shabana kepada Juhi, dan dari cara Shreya memperkenalkan Shabana, mata Juhi seolah memandang rendah Shabana.

Apalagi setelah Shreya memberitahunya bahwa Shabana adalah seorang Kristen. Memang sentimen keagamaan di negara ini menjadi isu di banyak tempat, apalagi jika kita memeluk agama yang bukan mayoritas di India. Perlu kita ketahui, agama di India mayoritas Hindu dengan 79,8% dan Islam 14,2%. India masih memandang rendah agama minoritas.

Juhi menawarkan air dingin kepada Shreya dan mereka mengabaikan Shabana yang sedang bermain dengan Reyansh. Saat Juhi memesan makanan, ternyata dia hanya memesan dua porsi untuk Shreya dan untuk dirinya sendiri.

Shreya, yang merasa tidak enak badan dengan ART-nya, berjanji untuk membeli makanan sebagai gantinya. Shabana merasa baik-baik saja, lalu karena kehausan, Shabana meminta air kepada majikannya. Tentu saja Shreya menyetujui permintaan itu.

Tapi Juhi bersikeras mengisi galon air sendiri ke dalam botol air Shabana. Tanpa sadar, dia menumpahkan air dan membasahi lantai. Shreya cukup menyadari sikap Juhi yang memandang rendah Shabana, dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang dari tempat itu.

Sesampainya di rumah, Shreya mencari lipstik yang selama ini ia cari. Dia melihat ke dalam tasnya, lemari pakaiannya, dan bahkan di lemari pakaiannya dia tidak dapat menemukan lipstiknya.

Shreya mulai memikirkan banyak tempat di mana dia bisa menemukan lipstik yang hilang. Namun, ada satu tempat yang belum dicari Shreya, yaitu di kamar Shabana.

‘The Maid’ tampil impresif dengan durasi yang hanya berkisar 10 menit. Meski berdurasi pendek, bukan berarti sutradara tidak memperhatikan unsur teknis.

Skor film ini tampak menyatu dengan adegan-adegan yang ditampilkannya. Dan menjelang akhir film, alunan ending mulai terdengar lebih lambat.

Untuk ruang lingkup sinematografinya sendiri, kita bisa melihat bahwa pengambilan gambar ‘The Maid’ lebih banyak dilakukan di ruangan yang tertutup dan relatif sempit. Tidak ada pengambilan gambar di ruang terbuka, bisa jadi karena pengambilan gambar dilakukan saat pandemi. Namun keterbatasan visual tidak mengganggu narasi film yang tampil lugas dengan pesan tersirat di dalamnya.

Sai Deodhar Anand tampil sangat baik dalam memainkan kedua sisi karakter yang dimainkannya. Di satu sisi dia membela ART-nya, tapi di sisi lain dia mencurigai ART-nya sendiri.

Amrita Chowdhary juga memerankan karakter Shabana yang terlihat polos, polos, dan taat kepada Tuhannya. Hal ini bisa kita lihat di bagian dalam pintu lemari saat dibuka oleh majikan. Samar-samar kita bisa melihat sosok Dewa Shabana yang dia posting, serta foto putranya yang dia posting di sana juga.