Tak Berkategori  

Ungkap Akun Medsos Palsu, Polda Sumbar Banjir Pujian

Mapolda Sumbar (dok)

AGAM – Terungkapnya Akun Palsu Maryanto membuat masyarakat dan tokoh-tokoh Agam merasa lega. Pasalnya selama ini Akun Maryanto dinilai sering menebar fitnah, berita bohong dan ujar kebencian di Kabupaten Agam, namun yang menjadi korban dibuat tidak berdaya karena aku medsosnya bodong.

Seperti yang diungkapkan tokoh ninik mamak yang merupakan Ketua Keluarga Besar Rang Chaniago (KBRC) Agam Helmon Dt Hitam dan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) yang juga merupakan Ketua Suku Koto Novi Endri Dt Simarajo. “Saya dua kali difitnah oleh akun palsu tersebut. Pertama saya disebut sebagai pemecah belah nagari dan kedua dituduh menghasut masyarakat menghambat pembangunan,” katanya.

Begitu juga Helmon Dt Hitam mendapat fitnahan yang sama, sehingga betul-betul membuat pedih perasaan kedua tokoh tersebut. Sebagai tokoh masyarakat yg di hormati dengan mudahnya difitnah melalui akun palsu untuk menjatuhkan martabat yang bersangkutan.

Hal ini tentu membuat geram anak kemanakan dan kaumnya, sehingga akun Maryanto dilaporkan ke kepolisian, namun pihak kepolisian pada saat itu belum berhasil mengungkapnya. Bahkan menurut informasi mantan Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal juga pernah kena oleh akun palsu Maryanto ini pada saat masih menjabat sebagai Kapolda Sumbar dan dilaporkan ke Mabes Polri tetapi Akun Maryanto masih belum dapat ditemukan.

Hal ini tentu membuat akun Maryanto semakin percaya diri dan semakin berani mengunggah konten fitnah, informasi bohong dan ujar kebencian terhadap orang-irang yang ditarget oleh aktor Intelektual yang mengendalikan Akun Maryanto, sehingga hal ini menimbulkan saling curiga dan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Keberhasilan polisi khususnya Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar mengungkap akun palsu Maryanto membuat Polda Sumbar banjir pujian dan jadi perbincangan di warung-warung, karena masyarakat selama ini bener-benar muak dan berharap akun tersebut bisa digulung oleh aparat hukum, sehingga bisa mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukannya selama ini.

Bahkan ada kelompok masyarakat yang bernazar potong sapi, potong kambing untuk dibagi-bagikan kepada anak yatim, sebagai bentuk syukur, apabila polisi bisa memproses siapapun yang terlibat dalam persekongkolan akun palsu Maryanto.

Terungkapnya akun palsu Maryanto diawali laporan masyarakat terkait unggahan yg mengandung fitnah dan ujar kebencian terhadap anggota DPR-RI, Mulyadi yang sangat kental dengan motif politik, karena akun tersebut setelah memuat kata-kata fitnah, kasar dan tidak senonoh. Kemudian mengajak masyarakat untuk tidak memilih Mulyadi sebagai Gubernur Sumatera Barat, sehingga hal ini memudahkan polisi menganalisa pelakunya, dan dalam waktu 10 hari pelaku dan penyebar dapat diungkap polisi.

“Pertangungjawaban terhadap perbuatan jahat seseorang siapa pun mereka sangat dituntut dalam kultur Minang dengan istilah “Tangan Mancancang Bahu Mamikua”. Prestasi polisi yang luar biasa ini membuat nama polisi harum di media sosial, khususnya Kabupaten Agam, sehingga bermunculan tagar Polisi Hebat dan Hukum Kuat. Kami atas nama masyarakat mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Kapolda, sudah bertahun-tahun kami menunggu penantian ini,” ucap Novi Endri Dt Simarajo dan Helmon Dt Hitam.