Uni Lubis Terpilih Sebagai Ketum Forum Jurnalis Perempuan Indonesia

Ketua Umum (Ketum) Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) 2018-2021 Uni Lubis bersama jurnalis perempuan lainnya. (*)

JAKARTA – Uni Lubis terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) masa Bakti 2018-2021. Pemimpin Redaksi (Pimred) IDN Times ini terpilih secara aklamasi dalam Kongres FJPI I, Jumat (16/11) di Gedung Dewan Pers, Jakarta.

Terpilihnya mantan komisioner Dewan Pers selama enam tahun ini telah melalui proses tatib kongres. Seluruh kepengurusan FJPI daerah yang berjumlah tujuh kepengurusan sepakat menunjuk Uni Lubis menakhodai FJPI tiga tahun ke depan.

Atas terpilih dirinya sebagai Ketum FJPI secara aklamasi, Uni Lubis mengaku dirinya merasa ‘ditodong’. Karena awalnya dirinya enggan diminta sebagai ketua yang sudah dibentuk di daerah sejak tahun 2007 lalu.

“Sebenarnya saya sudah tidak mau menduduki posisi ketua di organisasi keprofesian. Karena saya menyadari tidak bisa fokus. Tapi karena begitu besar desakan, dan kepercayaan yang disandarkan, ya dengan keikhlasan saya mau menerimanya,” ujar mantan Pemred Antv ini.

Kendati bersedia menakhodai FJPI, namun Uni Lubis memberi ‘syarat’. Bahwa dirinya hanya mau mengemban jabatan sebagai Ketua FJPI satu periode atau maksimal tiga tahun.

Dirinya pun akan langsung menjalankan perannya sebagai Ketum FJPI. Jangka pendek adalah membentuk kepengurusan di 34 provinsi di Indonesia. “Bila dalam satu tahun ini sudah berhasil terbentuk di 34 provinsi, saya akan mengundurkan diri. Karena dari awal tekad saya memang ingin memperluas network FJPI di minimal 20 kepengurusan dari 34 provinsi.

Uni Lubis juga mengatakan, dirinya akan memperjuangkan anggaran ke Dewan Pers untuk kegiatan FJPI di daerah.

“Kita akan memperjuangkan anggaran di Dewan Pers untuk membantu pelaksanaan minimal tujuh kegiatan FJPI daerah,” tegasnya.

Di kesempatan terakhir, di internal organisasi, Uni Lubis akan fokus ke pendidikan fan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Selain itu adalah memperluas jaringan dan kerjasama dengan lembaga lain. Salah satunya adalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rakernas masih berlangsung untuk pembentukan tim formateur pembentukan kepengurusan. (rel/lenggo)

Loading...