oleh

Unidha Dorong BUMnag Kelola Sampah Bernilai Tambah

PADANG –  Indonesia merupakan salah satu negara yang terbanyak menyumbangkan sampah terutama sampah plastik. Masalah ini membuat negara-negara didunia saat ini lebih fokus untuk mengelola sampah-sampah mereka.

Untuk Sumatera Barat, Dinas Lingkungan Hidup Sumbar mencacat 2.392 ton sampah per hari dihasilkan oleh penduduk. Untuk itu BUMNag Sungai Pua sesuai dengan Rencana kerja nagari (RKP Nagari) 2018 memiliki salah satu program kerja berupa pengelolaan sampah nagari sesuai Undang-undang terbaru No. 6/2014 tentang Badan Usaha Milik Desa, bahwa desa/nagari harus dapat mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Dosen D3 Akuntansi Universitas Dharma Andalas melalui program pengabdian masyarakat memberikan pendampingan kepada BUMnag Sungai Pua dalam pengelolaan sampah sehingga bernilai tambah dengan menggandeng Defriyeni Dahar yang merupakan salah seorang penggiat bank sampah di Padang dan juga merupakan pendiri bank sampah hidayah.

Tidak hanya itu program pengambdian masyarakat dosen D3 Akuntansi Unidha juga memberikan bimbingan teknis laporan keuangan BUMNag di Nagari Sungai Pua yang telah dilaksanakan pada Kamis, 14 Februari 2019 lalu  di kantor Walinagari Sungai Pua.

Kegiatan ini disambut baik oleh Walinagari Sungai Pua Fiki Ananda. “Kami telah memiliki program kerja ke depannya melalui BUMNag nagari sungai pua untuk membuat bank sampah dan kegiatan ini dapat membantu kami nantinya pada proses pelaksaan program,” tuturnya.

Kegiatan ini diikuti Direktur BUMNag Sungai Pua Syaiful Hamid dan staf lainnya. Untuk saat ini BUMNag Sungai Pua masih akan melakukan pemungutan retribusi sampah saja.

Melalui kegiatan ini tim dosen D3 Akuntansi Unidha memberikan pengetahuan bagi perangkat BUMNag Sungai Pua untuk melakukan pengelolaan sampah yang tidak hanya sekadar membuang sampah ke TPA saja.

“Pengelolaan sampah dimulai dari mengubah kebiasaan masyarakat untuk melakukan pemisahaan sampah mereka,” Defriyeni Dahar.

Produk-produk bank sampah tersebut nantinya dapat berupa pupuk cair (air lindi), kompos dan daur ulang seperti tas, alas meja, sarung bantal dan lain-lain. Tidak hanya sampai di sana, tim dosen D3 Akuntansi Unidha juga memberikan pengetahuan tentang perlengkapan administrasi yang diperlukan bank sampah.

“Sama hal nya seperti bank umum, bank sampah juga harus memiliki kelengkapan admisnistrasi seperti daftar buku penabung, buku induk tabungan, buku tabungan, dan buku tamu,” tutur Reni Dahar yang juga selaku dosen D3 Akuntansi Unidha . Kegiatan ini diharapkan nantinya akan dapat menjadi motor bagi BUMNag Sungai Pua untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah mereka. (yuke)

Berita Terkait