Tak Berkategori  

Upaya Peningkatan Produksi Keripik Talas dengan Menggunakan Inovasi Teknologi di Situjuh Tungkar

etua Tim Program Kemitraan Kepada Masyarakat Tri Rahayuningsih, S.Psi., M.A foto bersama dengan Aswidar Sebagai Pimpinan Mita.

Siaran Pers Singgalang

  oleh Tri Rahayuningsih, S.Psi., M.A

(Dosen Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas).

PADANG – Keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang umumnya merupakan kegiatan ekonomi dengan sistem padat karya memiliki potensi sebagai sektor yang mampu menciptakan kesempatan kerja dan penyerapan tenaga kerja.

Keripik talas merupakan salah satu makanan ringan yang termasuk dalam jenis UMKM yang banyak dijumpai di Sumatera Barat. Meningkatnya permintaan pasar terhadap makanan ringan keripik talas di Limapuluh Kota dipicu oleh meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung dari luar kota, maupun dari perantau.

Kondisi ini memberi peluang untuk pengembangan usaha makanan ringan yang banyak digemari seperti keripik talas. Juga, sejalan dengan tujuan Program Kemitraan Masyarakat Lembaga  Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas untuk membantu usaha berkembang yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Untuk meningkatkan mutu dan penjualan keripik, diperlukan sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengolahan dan pengemasannya agar mutu dan penjualan keripik meningkat. Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk keripik. Juga strategi pemasaran yang diterapkan. Sisi sudut pandang produsen /penjual adalah (place) tempat yang strategis, (product) produk yang bermutu, (price) harga yang kompetitif, (promotion) promosi yang gencar, (people) Sumber daya manusia, (process) proses atau aktivitas bisnis, dan (physical evidence) bukti fisik perusahaan. Ini biasa disebut bauran pemasaran atau marketing mix 7P. Sementara situasi pandemi covid-19 membutuhkan perhatian khusus terkait aspek pemasaran dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk adaptasi kebiasaan baru ini.

Upaya untuk meningkatkan pendapatan usaha Mikro Makanan Ringan Keripik Talas melalui inovasi teknologi mesin pengiris keripik guna meningkatkan kapasitas produksi sehingga diharapkan dapat mengatasi penggunaan peralatan manual seperti ketam yang lama dan susah pengerjaannya. Dengan menggunakan alat yang modern memberikan kemudahan proses pengirisan talas menjadi potongan keripik yang dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Menggunakan alat modern juga dapat menghasilkan keripik talas dengan kapasitas besar.

Pada proses pembuatan makanan ringan keripik talas ini ada proses pengolahan talas yang sebagai bahan baku utama dimana pemilihan talas diperhatikan yang tidak ada ‘luka’ di kulitnya, kemudian dijemur hingga kering agar menghasilkan keripik yang renyah dan berkualitas. Talas yang telah dibersihkan, biasanya diiris dengan ketam tradisional sehingga memerlukan waktu yang lebih lama dan melelahkan. Dengan memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi mesin pengiris keripik kepada UKM Keripik Talas Situjuh milik Ibu Aswidar, talas dapat dibuat menjadi potongan keripik secara efisien dan efektif bagi produsen.

Pengemasan keripik talas yang masih secara tradisional lebih banyak diminati konsumen yang datang langsung ke lokasi Mitra untuk menimbang pesanan nya, padahal ini bisa  mengalami permasalahan yang disebabkan oleh mudahnya ruangan kemasan terisi angin yang berdampak pada daya tahan produk keripik selama pemasaran. Proses pengemasan yang biasanya dilakukan Mitra dengan pembungkusan atau pewadahan plastik menggunakan karet pada keripik talas agar dapat terhindar dari angin, kotoran dan kerusakan, maka perlu disosialisasikan kepada pelanggan Mitra untuk menggunakan alat sealer kemasan. Oleh karena itu, pemberian bantuan mesin pengiris keripik dan alat sealer kemasan dirasa perlu untuk mengatasi masalah tersebut.

Kegiatan PKM yang saat ini diorganisir oleh lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND). Tim PKM ini terdiri dari tiga orang dosen Program Ptudi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Dosen Tri Rahayuningsih, S.Psi., M.A sebagai ketua dan  2 dosen Annisa Fauzana, M. Farm., Apt. dan Rani Armalita, S. Psi., M.A sebagai anggota PKM pada tahun 2021. Terdapat serangkaian kegiatan pengabdian PKM selama bulan September hingga November ini. Usaha mitra dari segi positioning sudah cukup baik, karena sudah memiliki pelanggan dan pembeli biasanya akan merekomendasikan keripik talas mitra pada keluarga atau orang terdekatnya. Situasi mitra masih minim sarana pendukung produksi dan pengemasan keripik talas nya. Bersama Tim Pengabdian dosen dari UNAND, mitra diberikan pengetahuan tentang peningkatan jumlah produksi dan mutu keripik talas agar memiliki cita rasa yang lebih beragam, awet, dan tahan lama; pengetahuan tentang manajemen wirausahawan agar mitra lebih kreatif dan termotivasi untuk lebih sukses; serta pengetahuan tentang strategi pemasaran (marketing mix) yang sebaiknya diterapkan dalam memperbaiki kemasan dan cara penjualan. (***)