Tak Berkategori  

Utang ke Tiongkok Rp79 T, Yusril Sebut Kereta Cepat Proyek ‘Grasa-grusu’

  Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat (antara foto)

Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat (antara foto)

JAKARTA – Mega proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ternyata bukan cuma menuai pujian tapi juga banyak kritikan. Salah satu kritikan terkait proyek prestisius itu datang dari Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Melalui akun Twitternya, Yusril mengungkapkan kritikannya atas kesalahan penulisan di prasasti tanda pembangunan proyek tersebut dimulai. Menurutnya, hal itu menandakan proyek tersebut terkesan tidak digarap dengan baik.

“Proyek grasa-grusu, tulisan di prasastipun terlihat aneh. Nama tempat & tanggal lazimnya diletakkan sebelum tandatangan,” kata Yusril seperti dikutip dari akun Twitter @Yusrilihza_Mhd, Minggu (24/1).

Memang terlihat ada beberapa salah penulisan di batu prasasti proyek yang digarapb oleh PT Kereta Cepat Indonesia China itu. Salah satunya tulisan kata ‘pembangunan’ yang ditulis ‘pembagunan’.

“Lihat prasasti kata “pembangunan” ditulis “pembagunan”. Tempat dan tanggal ditulis di atas,” tulisnya.

Hal itu tentu mendapatkan respon dari pengguna Twitter lainnya. Banyak yang memandang dengan tulisan tersebut Yusril terlihat mengurusi hal yang kecil. Namun, Yusril menjawabnya dengan menyinggung utang untuk proyek tersebut yang mencapai Rp79 triliun.

“Salah nulis prasasti mungkin hal kecil, tapi utang proyek ini hampir Rp79 triliun sama China bukan masalah kecil,” katanya.

Menurut Yusril jika utang tersebut tidak bisa dibayar, 4 BUMN yang tergabung dalam konsorsium tersebut terancam hilang.

“Utang sama China itu dibayar 60 tahun. Cucu kita nanti yang lunasi kalau proyek lancar. Kalau macet 4 BUMN terancam, Boss,” sindirnya.(aci)

okezone1