Tak Berkategori  

Vaksinasi Guru Diharap Bisa Kembalikan Sekolah Kembali Ideal

Suasana belajar tatap muka di salah satu sekolah di Padang. (Desrian)

Padang, Singgalang – Angka partisipasi pendidikan selama pandemi Covid-19 mengkhawatirkan. Vaksinasi yang dilakukan terhadap guru diharapkan membuat sekolah kembali berjalan dengan ideal.

‘’Pandemi membuat semuanya tidak ideal, baik sekolah maupun guru, orangtua siswa, dan anak-anak. Kebosanan menatap layar HP dan laptop dalam waktu lama dialami semua pihak, belum persoalan rumitnya akses internet di beberapa daerah,’’ ujar Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra, Kamis (25/3).

Di sisi lain, ucapnya, kondisi pandemi telah memaksa para pihak menerima kondisi tersebut, dan masing-masing mulai meninggalkan keluhan dan berbenah, dengan berpusat pada orientasi anak-anak tetap mendapatkan pendidikan.

Menurut Jasra, semua pihak sepakat berbenah agar putra-putri kita tetap teredukasi. Begitupun lembaga pendidikan, tidak ada pilihan, selain bermigrasi menjadi pembelajaran digital yang ramah buat pemakainya (cyber pedagogik). Hanya memang pertanyaan besarnya, apakah lembaga pendidikan sudah benar-benar berubah, atau tetap mempraktekkan aktifitas offline yang di-online-kan.

Meski untuk sebagian orang tua dan anak, menurut kepala Divisi Pengawas, Monitoring, dan Evaluasi KPAI itu, belajar sekarang sangat tidak ideal, tapi bagi orang tua yang bisa mengatasi hambatan dengan melengkapi fasilitas dengan memanfaatkan teknologi, tentu sangat menikmatinya. Apalagi anak-anak yang menguasai dan terampil berinteraksi dengan media belajar, tentu menjadi keasyikan tersendiri.

‘’Begitupun orang tua yang telah menemukan pola mengatur kehidupannya di masa pandemi. Dengan melakukan pendampingan belajar sambil bekerja, menyelesaikan pekerjaan rumah dan mengasuh. Tentu merasakan efektifitas dan efisiensi dalam menyelenggarakan lembaga rumah tangganya. Kebiasaan khawatir jauh dari anak anak, kini tidak lagi dirasakan. Semua bagaikan pilot, cukup ‘tekan tombol’ semua bisa otomatisasi dari rumah,’’ kata Jasra.

Menanti selesainya guru divaksin, menurut Jasra, tentu menanti partisipasi anak-anak kembali belajar di sekolah. Sepertinya sebagian orang tua juga tidak sabar menanti, sekolah kembali dibuka.

‘’Dengan melihat kebijakan PPKM dan adaptasi kebiasaan baru yang telah berjalan efektif. Orang tua nampak lebih berani menyerahkan anak anaknya ke sekolah kembali. Dalam rangka mengembalikan situasi ideal anak anak untuk belajar dan menjalani berbagai kebutuhannya,’’ sebut aktifitas asal Pasaman Barat itu. (musriadi)