Tak Berkategori  

Vidcon dengan Wamenkes: Status Zona Merah Bukan untuk Ditakuti

Ilustrasi (ist)

Tanah Datar, Singgalang – Status sebagai zona merah dalam penularan Covid-19 bukanlah untuk ditakuti, tetapi bahan evaluasi mencegah penyebarannya. Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, dalam beberapa pekan belakangan, tetap berada pada zona orange.

Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menjelaskan, untuk mengantisipasi perluasan penyebaran Covid-19, pemerintah daerah selalu berupaya meningkatkan tracing, testing, dan treatment (3T), agar warga yang terindikasi terpapar Covid-19 dapat diketahui lebih cepat, dan bisa dilakukan penanganan dengan tepat.

‘’Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono sudah menjelaskan, daerah tidak perlu takut melaporkan kasus yang terjadi sehingga kemudian ditetapkan sebagai zona merah,’’ ujar Wabup Richi, kemarin, Pagaruyuang.

Wabup menegaskan hal itu, usai mengikuti Video Conference (vidcon) kepala daerah se-Indonesia dengan Wakil Menkes Dante, terkait dengan penanganan kasus Covid-19 dan langkah antisipasi penyebarannya, setelah masyarakat menikmati masa liburan terkait Lebaran Idul Fitri 1442 H yang baru lalu.

Selain meningkatkan gerakan 3T, menurut Richi, Pemkab Tanah Datar melalui instansi terkait juga berupaya meningkatkan intensitas pelaksanaan vaksinasi, terutama ditujukan kepada kalangan yang termasuk kelompok lanjut usia (lansia).

Agar hal itu bisa terlaksana dengan baik, ujarnya, diminta partisipasi aktif camat, walinagari, dan walijorong untuk bisa menyampaikan informasi terkait pelaksanaan vaksinasi tersebut, kepada masyarakat yang berada di wilayah kerja masing-masing.

‘’Kita berharap seluruh warga lanjut usia di Tanah Datar bisa divaksin, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19. Wamenkes tadi menyatakan, proses kasus kematian lansia setelah terpapar Covid-19 terbilang cukup tinggi,’’ ujarnya.

Sesuai arahan wamenkes, kata Richi, pemerintah mengkhawatirkan terjadinya ledakan kasus konfirmasi positif Covid-19, akibat tingginya mobilisasi masyarakat selama liburan lebaran. Untuk itu, katanya, gerakan 3T dan kegiatan vaksinasi untuk warga lansia perlu ditingkatkan pula.

‘’Masyarakat lansia sangat penting untuk menjalani vaksinasi, karena menjadi lebih berbahaya bila mereka terpapar Covid-19. Kita minta vaksinasi itu dipercepat, setelah vaksin tiba di daerah-daerah,’’ sebutnya.

Ihwal penyebaran Covid-19, kabupaten berjuluk Luak Nan Tuo itu memang pernah mendekati zona merah, tetapi posisinya tetap pada zona orange. Pertambahan kasus konfirmasi positif setiap hari masih fluktutatif, kendati terkadang terbilang masih tinggi. Pada Rabu (19/5) misalnya, terjadi tambahan tujuh kasus baru dan pada hari yang sama pasien sembuh atau kembali negatif bertambah 54 orang.

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan menjelaskan, hingga hari itu sudah ditemukan 1.839 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, suspek 22 orang, dan probable sebanyak tiga orang.

Dari temuan kasus tersebut, sebanyak 58 orang meninggal dunia, 1.453 orang sudah sembuh atau kembali negatif, 294 orang menjalani isolasi, dan selebihnya menjalani perawatan di rumah sakit, yaitu RS Unand Padang, RSOMH Bukittinggi, RSU Bunda Padang, RSUP M. Djamil Padang, dan RSAM Bukittinggi.

Ada pula yang dirawat di RSUD Padang Panjang, RS Ibnu Sina Padang Panjang, RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar, RS Ibnu Sina Bukittinggi, RS Yos Sudarso Padang, RS Ibnu Sina Payakumbuh, RSUD Padang Pariaman, RS Ibnu Sina Padang, dan RSUD Bukittinggi. (musriadi)