HeadlineOpini

Viral di Atas UU

×

Viral di Atas UU

Sebarkan artikel ini

Oleh: Khairul Jasmi

Viral itu, semua khayalak tiba-tiba tahu dan memberi berjuta komentar . Ada yang bilang, kabar baik masih pakai celana, kabar buruk sudah keliling dunia. Sedemikian cepatnya.

Viral sekaligus membenarkan, selama ini, penegak hukum, tidur-tidur ayam. Atas hal itulah piramida hukum Indonesia menjadi menarik bagi saya.

Nyaris semua orang suka melanggar hukum. Apalagi di jalan. Orang yang sama merasa tak bersalah. Ini perangai kita. Kadang saya juga.

Tapi, ketika menuntut keadilan, suaranya keras sekali. Mampu beli motor, tapi helm tidak. Ditangkap polisi, pucat dan sibuk menelepon kian kemari.

Kita semua hidup dalam keseharian yang salah, tapi mengaku berbudaya tinggi. Segala yang baik adalah kita, namun pacaruik.

Maka sesungguhnya, bersama-sama praktik keseharian dan cara pandang pada budaya mesti diperbaiki, agar jangan “viral” bertahta di puncak piradima. Ini angan-angan saya. Kenyataan? Tak beranjak lenggang dari ketiak.

Nantilah soal hukum itu, sekarang sedang bahas capres. Kita di Sumbar, terbudur benar semangat membahas topik itu. Menarik bagu saya jumlah pemilih Sumbar di Indonesia hanya 1,99 persen.

Kareh angok, kareh kapalo, hahaha. Inilah yang disebut sikap politis dibangun atas kesamaan kepentingan, sedang ideologis atas kesamaan keyakinan. Untuk semua itu, hukum tertingginya juga, “viral.”

Maka mari bermedsos ria, sekolah anak dan seragamnya, viralkan juga. Jangan telat makan ya. ****