Tak Berkategori  

Wakepsek Dar El-Iman : Pengawasan Prokes Harus Terus Dievaluasi

Wakil Kepala SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School, Hamdi. (tangkapan layar)

PADANG – Peluang lepas kontrol Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 di sekolah sangat besar. Untuk perlu evaluasi berkelanjutan agar prokes dapat berjalan baik.

Wakil Kepala SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School, Hamdi mengatakan, sebagai sekolah yang menjadi salah satu munculnya klaster sekolah, SMA Dar el-Iman Islamic Boarding School akan terus evaluasi dan meningkatkan disiplin prokes di sekolah itu. Termasuk dengan bekerjasama dengan orang tua siswa.

“Agar tidak terulang lagi, prosedur yang disusun perlu dievaluasi. Kita tidak bisa menganggap, terpapar karena orang tua, apa karena guru, atau apa. Belum dipastikan, ini jadi pelajaran. Sekaitan dengan penerapan prokes di sekolah memang memungkinkan sekali terjadinya los kontrol, kadang kita menggunakan masker, ketika berinteraksi dengan anak, masker tidak terpasang dengan baik,” ungkapnya saat FGD yang diadakan Harian Singgalang bekerja sama dengan BNPB Jumat (9/4) lalu.

Sementara terkait dengan pembelajar tatap muka dan dalam jaringan (daring), menurutnya semuanya punya risiko, satu sama lain memiliki kelemahan. “Kita sudah merasakan bagaimana anak-anak itu bejalar secara daring. Kondisi belajar di rumah tidak terpantau dengan masimal. Ini menjadi kelemahan, sulit orang tua mengatasinya,” katanya.

Kesulitan muncul ketika seharunya anak belajar, tapi kondisinya anak-anak dihadapkan dengan smarphone yang bisa mengantar kemana saja. Orang tuanya berkarir semua, sementara daring itu perlu pengawasan. “Kita sudah melakukan pembelajaran secara offline. Hal yang perlu kita persiapkan, kita siapkan. Ketika baru masuk ada satgas, aturan yang dijalankan di sekolah, ketika di kelas atau di asrama,”katanya.

Dan kondisi-kondisnya cukup sulit juga. Dan semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau secara daring, kondisi pengawasan sedikit lemah. Kemampuan guru, sesuai dengan pengalaman guru. Di sisi lain menjalankan secara offline, tentu banyak persiapan. Tentu ada kelemahan dan risiko yang mesti dihadapi. Kondisi ini cukup sulit menghadapi.

“Setelah terkonfirmasi, saat ini, kita dengan orang tua bekerjasama dengan baik. Komunikasi berjalan dengan baik. Kita informasi pada orang tua, ketika terkonfirmasi,”ungkapnya. (104/107)