Walikota Pariaman Lepas 38 Kontingen PGRI ke Kota Bukittinggi

PARIAMAN – Walikota Pariaman Genius Umar melepas 38 orang kotingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pariaman untuk mengikuti pertandingan peringatan HUT PGRI Ke-77 tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi, di Halaman Balaikota Pariaman, Jum’at (25/11).

Adapun 38 orang kontingen PGRI Kota Pariaman yang mengikuti lomba dalam rangka HUT PGRI ke-77 tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan dari tanggal 26 sampai 28 November 2022 terdiri dari guru – guru SMA/SMK/MAN/SMP/MTSN/SD se Kota Pariaman.

HUT ke-77 PGRI tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Bukittinggi melombakan beberapa cabang, antara lain lomba solo song putra dan putri, media pembelajaran putra dan putri, MTQ putra dan putri, tenis meja tunggal putra dan putri, tenis meja ganda putra dan putri, bola voli putri, bulu tangkis tunggal putra dan putri, bulu tangkis ganda putra dan putri.

Genius Umar mengatakan Guru dan lingkungan pendidikan pada dasarnya merupakan sumber inspirasi. Tempat tumbuh dan berkembangnya bibit, potensi, serta bakat olahraga dan seni pada generasi.

Tidak hanya itu, guru juga merupakan pelaku utama untuk memajukan pendidikan, karena dengan kolaborasi pemerintah daerah dan para guru, kita optimis mampu meningkatkan kualitas sumber daya anak didik di Kota Pariaman.

Ia menambahkan, perlombaan ini sangat bagus untuk diikuti oleh para guru, selain untuk mempererat silaturahmi sesama guru, kegiatan ini juga sekaligus untuk menjadi wadah dalam mengembangkan sportivitas dan kreativitas serta kerjasama tim yang terkoordinasi menjalin kebersamaan, berkompetisi secara sehat dan berkualitas serta penuh persaudaraan yang bermakna.

“Selamat bertanding kontingen PGRI Kota Pariaman, semoga mampu menjadi yang terbaik dan meraih juara. Kita juga meminta agar kontingen PGRI Kota Pariaman tetap menjaga kekompakan dan mampu mengharumkan nama Kota Pariaman dalam mengikuti lomba-lomba yang diadakan PGRI Provinsi Sumatera Barat. Semoga dedikasi dan pengabdian para guru, menjadi suluh penerang bangsa, negara dan kemanusiaan, serta sebagai amal ibadah kepada Tuhan yang maha esa. Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Kuat, Indonesia Maju,“ tutupnya.(Agus)