oleh

Wamena Sudah Aman; Korban Kerusuhan Masih Terus Pulang Kampung

PAPUA – Warga Minang, korban kerusuhan Wamena masih terus meninggalkan Papua. Kamis (10/10), giliran Putri, perempuan yang delapan keluarganya tewas pada kerusuhan yang terjadi 23 September 2019 lalu yang meninggalkan tanah Cenderawasih tersebut.

“Sekitar pukul 08.45 WIT, korban luka kejadian Wamena atas nama Putri dan dua pendampingnya berangkat dengan pesawat Batik Air dari Sentani, Jayapura tujuan Jakarta dengan transit sekitar 2,5 jam. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke Bandara Internasional Minangkabau dengan pesawat Lion Air dan diperkirakan sampai sekitar 17.10 WIB,” kata Kasi Ops Korem 172/Praja Wira Yakhthi, Mayor Inf. Jhoni Nofriady kepada Singgalang, usai melepas keberangkatan Putri bersama pendampingnya, Fauzi dan Puput.

Pada Jumat (11/10) ini, sebanyak tujuh warga Minang lainnya disampaikan Jhoni juga akan meninggalkan Jayapura bertolak ke kampung halaman. “Mereka adalah rombongan yang tersisa kemarin, karena belum dapat tiket, jadi baru besok (Jumat ini-Red) akan diberangkatkan. Kemungkinan dengan Garuda atau Batik Air,” tutur mantan Kepala Penerang Kostrad Divisi I tersebut.

Secara total menurutnya lebih dari 400 warga Minang korban kerusuhan Wamena sudah diberangkatkan ke kampung halaman. Sisanya sekitar 300 orang lagi, masih tetap bertahan di Wamena.

“Malah yang dari Jayapura ini, ada yang kemarin minta pulang ke Wamena sekitar 20 orang. Mereka kami berangkatkan dengan Hercules,” tuturnya lagi.

Posko ditutup

Jhoni juga memaparkan, seluruh posko pengungsian, baik yang ada di Sentani, Jayapura maupun di Wamena sendiri sudah dinyatakan ditutup sejak Rabu (9/10).

“Posko kita tutup, karena sudah tidak ada warga yang turun dari Wamena ke Jayapura,” kata pria asal Lubuk Alung, Padang Pariaman ini.

Posko di Jayapura mencapai 16 titik dengan total pengungsi 17.367 orang yang berasal dari berbagai paguyuban. Dari semua itu, kini masih tersisa 2.136 orang yang masih bertahan di Sentani. Jumlah itu tidak termasuk yang tinggal di posko yang ada di Wamena sebanyak 879 orang. Mereka mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Polres Jayawijaya , Koramil 1702-03/Wamena, Subdenpom, Masjid LDII, Gereja Advent, Gereja El Shaday, Masjid Pasar Baru, Gedung Tongkonan, dan lainnya.

Membaik

Kondisi Wamena sendiri ditegaskannya, sudah berangsur membaik, meski belum 100 persen. Aktivitas perkantoran, perbankan, pasar, sekolah-sekolah sudah mulai kembali berjalan. Sejumlah kegiatan di kantor pemerintahan yang terbakar dan rata dengan tanah akibat kerusuhan tersebut kini sudah dialihkan ke gedung lain.

“Untuk perkantoran ada yang dipindahkan ke Gedung DPRD setempat,” tuturnya. (yuni)

Loading...

Berita Terkait