oleh

Warga Menjerit Akibat Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

PADANG – Langkanya gas LPG 3 kilogram di Padang membuat hampir seluruh warga menjerit. Sebab, gas LPG bersubsidi tersebut sangat dibutuhkan oleh warga maupun UMKM di Padang.
“Saya mencari gas LPG 3 kilogram cukup sulit. Harus pergi ke tempat pengecer terlebih dahulu,” kata Yanti (42), salah seorang pedagang.
Hal senada juga dikatakan Andi (49). Ia juga mengeluhkan langkanya gas LPG 3 kilogram. Langkanya gas bersubsidi tersebut membuat ia harus membeli gas kepada pengecer dengan harga jauh dari HET yang ditetapkan.
“Saya membeli gas mulai dari Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. Mau tidak mau, saya harus membeli dengan harga tersebut,” katanya.
Dikatakan, saat membeli di pangkalan di tempat tinggalnya, pihak pangkalan mengaku bahwa gas bersubsidi tersebut sudah habis.
Sementara itu, Manager bagian Humas PT. Pertamina Sumatera Bagian Tengah, Rudi Harkindo kepada wartawan, Senin (14/10) mengatakan, pihaknya tidak bisa mengatur tentang harga yang telah ditentukan pengecer.
“Kami hanya mengawasi penjualan sampai di agen saja. Kalau pengecer kami tidak memiliki kewenangan untuk mengaturnya,” katanya.
Dikatakannya, pihaknya tidak bisa melakukan peneguran kepada pengecer yang menjual gas LPG 3 kilogram yang bersubsidi tersebut.
“Ini perlu sinergitas dengan pemda dan aparat, karena sesuai peraturan bersama Mendagri dan Menteri ESDM no 17/2011 & no 5/2011, pengawasan penyaluran elpiji juga menjadi tugas pemda, aparat dan SKPD,” ujarnya. (deri)
Loading...

Berita Terkait