Warga Sungai Dadok Keluhkan Nasib ke JKA

John Kenedy Azis bersama masyarakat Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Limapuluh Kota, Jumat (27/12). (darmansyah)

PAYAKUMBUH – Masyarakat Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Jumat (28/12) kemarin, mengadukan nasib kepada Anggota DPR-RI, H. John Kenedy Azis. Katanya, daerahnya kaya, tapi mereka masih hidup miskin.

John Kenedy Azis, Jumat itu mengunjungi Sungai Dadok dalam rangka reses. Dan, dia datang bersama sejumlah Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Limapuluh Kota.
Di Sungai Dadok, sebelum melaksanakan ibadah Jumat di Mesjid Raya, John Kenedy Azis sempat mengadakan pertemuan dengan masyarakat yang habis bergotong-royong dan, ksempatan itu tidak disia-siakan oleh masyarakat.

Cukup banyak yang dikeluhkan masyarakat. Salah satunya soal infrastruktur. “Kami butuh bantuan pelebaran ruas jalan dan pembangunan jembatan di Sungai Dadok, Pak,” kata salah seorang pemuka masyarakat, Yasni Imam Marajo.

Ruas jalan dari Sungai Dadok ke Mudiak Nama, sepanjang kurang lebih 1,5 Km, adalah urat nadi perekonomian masyarakat di Jorong Sungai Dadok. Disitulah kebun jeruk dan sawah mereka.

Produksi jeruk dan padinya sangat bagus. Tetapi, karena tidak bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat, produksi yang melimpah itu tidak mampu mensejahterahkan mereka. Sebab, keuntungannya tersedot buat biaya petik dan pengangkutannya.

Sementara Yeni Zafitri, salah seorang Caleg Partai Golkar yang asli Sungai Dadok menyampaikan, Sungai Dadok adalah salah satu jorong di Nagari Koto Tinggi.
Da dia menceritakan, Koto Tinggi adalah daerah bersejarah di kawasan Bukit Barisan. Dari Payakumbuh, perlu waktu satu jam untuk sampai di nagari yang pernah menjadi pusat Pemerintahan PRRI tersebut.

Koto Tinggi terkenal dengan alamnya yang indah, sejuk dan bersejarah. Sekarang semakin terkenal dengan jeruknya, Jesigo atau Jeruk Siam Gunuang Omeh.

Jesigo mulai dikembangkan di daerah Koto Tinggi semasa pemerintahaan Presiden Susilo Bammbang Yudhoyono.

Rata-rata penduduk di Koto Tinggi kini berkebun jeruk.
Produksi jeruk Koto Tinggi mencapai puluhan ton perminggu. Pemasarannya ke Pekanbaru dan Jakarta. Jesigo yang manis bahkan telah sampai ke istana negara.

Jika dilihat dari potensi dan kekayaan alamnya, masyarakat Koto Tinggi memang sudah seharusnya hidup sejahtera. Tetapi tidak demikian halnya.

Menanggapi keluhan yang telah disapaikan masyarakat, John Kenedy Azis yang tampak didampingi Nela Abdika Zamri, Caleg Golkar untui DPRD Provinsi, mengatakan bahwa dia telah menampung aspirasi tersebut dan, berjanji akan berusaha memperjuangkannya. (darmansyah)

 

Loading...