Tak Berkategori  

Warga Tanah Datar Berharap Segera Berada di Zona Biru 

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita Zedrianis

TANAH DATAR – Warga Kabupaten Tanah Datar berharap daerahnya segera berada di zona biru atau asesmen level I. Dengan demikian, kehidupan sosial ekonomi bisa kembali bangkit.

Dalam sepekan belakangan, kasus konfirmasi positif Covid-19 memang sudah terbilang sangat landai. Tambahan pasien yang meninggal dunia juga minim. Sementara, angka kesembuhan juga terus bertambah setiap hari.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda, dalam empat hari belakangan tambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 hanya berada pada angka satu digit, dengan tambahan kasus tertinggi lima orang.

Senin (20/9), misalnya, tambahan kasus konfirmasi positif hanya empat orang. Ke empatnya adalah kalangan perempuan yang terdiri dari tiga orang ibu rumah tangga dan satu orang mahasiswi. Sementara, Minggu (19/9) tambahan kasus konfirmasi sebanyak dua orang dan dua orang pula yang sembuh.

Sabtu (18/9), tambahan kasus satu orang dan empat orang tambahan pasien sembuh atau kembali negatif, sedangkan Jumat (5/9) ada tambahan lima orang orang positif dan nihil tambahan negatif.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita Zedrianis menjelaskan, dari 4.928 orang terpapar Virus Corona di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu, sebanyak 4.224 orang dinyatakan sudah sembuh atau kembali negatif, 428 orang sedang menjalani isolasi, 170 orang meninggal dunia, dan 61 orang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Pasien Covid-19 asal Kabupaten Tanah Datar dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Padang, Padang Pariaman, Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Batusangkar dan Solok Selatan. Daya tampung RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar dan kapasitas perawatan pasien Covid-19 terbilang masih sangat minim.

Ironisnya, di tengah melandainya jumlah warga yang terpapar Virus Corona dan dirawat di rumah sakit karena positif Covid-19, perilaku sebagai anggota masyarakat mulai longgar pula dalam menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Misalnya, menggunakan masker saat berada di tempat umum, menghindari kerumunan, dan meminimalisir perjalanan antar kota.

Melonggarnya tingkat kepatuhan masyarakat juga seiring dengan mulai berkurangnya operasi yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes). Padahal hingga saat ini, disiplin prokes terbilang masih menjadi cara ampuh dalam memutus rantai penularan virus, penyebab penyakit infeksi pada saluran pernapasan tersebut.

Pemkab Tanah Datar melalui Dinas Kesehatan, bekerjasama dengan berbagai instansi, kini juga sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi terhadap masyarakat, berasal dari kalangan remaja, lanjut usia, ibu hamil, dan warga yang beraktifitas di berbagai pusat ekonomi rakyat.

Lalu apa lagi? ‘’Tetaplah disiplin dengan protokol kesehatan. Bagi yang belum divaksin, segeralah datangi tempat-tempat vaksinasi yang disediakan pemerintah. Semoga Tanah Datar segera pulih dari keterpurukan sosial ekonomi, akibat serangan Covid-19 ini,’’ sebutnya. (Musriadi Musanif)