Tak Berkategori  

Wujudkan Bertoleransi, Diskusi Satu Nusantara Dibuka Jusuf Kalla

H. Muhammad Jusuf Kalla, bersama Ketua Umum Gerakan Satu Nusantara A. Renard Widarto, dan para narasumber, di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Selasa (29/10). (Smn)

JAKARTA – Gerakan Satu Nusantara menyelenggarakan Diskusi Satu Nusantara, menjunjung tinggi bertoleransi yang dibuka oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Dr. (H.C) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK), di Kantor Lembaga Pertahanan Nasional RI Jakarta, Selasa (29/10).

Acara Diskusi Satu Nusantara dengan mengusung tema “Memupuk Rasa Persatuan dan Toleransi Terhadap Perbedaan”. Mengajak pemuda Indonesia untuk mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda menciptakan persatuan bangsa Indonesia bersatu.

Pada acara Diskusi Satu Nusantara juga menghadirkan para narasumber dengan latar belakang yang berbeda-beda, yang dihadiri oleh  ajudan Presiden RI Kombes. Pol. Johnny Edison Isir, Chairperson of the Purnomo Yusgiantoro Center Filda Yusgiantoro, presenter TV Putri Ayudya dan Putri Handayani yang tergabung dalam Seven Summits Mountaineering Mission.

Satu Nusantara, yang di-inisiasi oleh ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) berkolaborasi dengan beberapa ikatan Alumni SMA terbaik di Indonesia. Lahir karena adanya keprihatinan terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini, yang memiliki potensi disintegrasi bangsa dan terpolarisasi-nya masyarakat berdasarkan isu perbedaan, baik politik, suku, agama, ras maupun gender.

Ketua Umum Gerakan Satu Nusantara A. Renard Widarto pada sambutannya dalam Diskusi Satu Nusantara di Kantor Lemhannas RI, mengatakan, melalui Satu Nusantara diharapkan bisa memperkuat dan menggelorakan kembali semangat persatuan dan kebangsaan.

Dengan melakukan kampanye #BedaSatukanKita, generasi muda harus diberikan inspirasi untuk melihat perbedaan sebagai sumber kekuatan dan pemersatu Bangsa Indonesia yang majemuk, tambahnya.

Satu Nusantara, merupakan salah satu rangkaian kegiatan Satu Nusantara adalah menggelar Pawai Obor Nusantara yang akan diarak di seluruh penjuru nusantara hingga Juli 2020. Pawai obor ini juga akan melibatkan pemuda setempat untuk mengikrarkan kembali Sumpah Pemuda.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Satu Nusantara untuk membuat diskusi ini, semoga kegiatan ini menjadikan semangat persatuan Sumpah Pemuda akan terus menyala dalam jiwa raga bangsa Indonesia,” kata Kombes. Pol Jonny Edison Isir .

Melalui kampanye #BedaSatukanKita, gerakan ini ingin membangun kembali sebuah semangat bahwa keberagaman dan perbedaan harus dipahami sebagai kekayaan kita sebagai sebuah bangsa. Keberagaman dan perbedaan seharusnya dipandang sebagai sebuah kekuatan yang saling melengkapi di antara anak bangsa. (smn)