oleh

YMP akan Adakan Tadabbur Alquran

JAKARTA РMakin berkembangnya kemajuan teknologi bersamaan dengan derasnya budaya barat ke Ranah Minang makin terasa dampaknya dan sulit terbendung. Hal itu mengakibatkan kehidupan beragama di Ranah Minang mulai mengikis, terbukti dengan banyaknya masjid yang sepi bahkan kosong, padahal masjid tersebut tergolong bagus. Untuk mengatasi persoalan tersebut, dibutuhkan langkah kongkrit yang membutuhkan partisipasi seluruh kalangan.

Sadar akan kondisi tersebut, Yayasan Minang Peduli (YMP) bekerjasama dengan Al Rahman Qurainic Learning (AQL) Islamic Center mengadakan Tadabbur Qur’an Nasional di istana basa pagaruyung dan Safari Religi di ranah Minang, 14-17 Mei 2015.

YMP sebelumnya bernama Forum Komunikasi Perantau Minang (FKPM). Organisasi ini bertujuan untuk membentengi aqidah dari pendangkalan iman akibat pengaruh budaya barat, degradasi moral. Menggairahkan kegiatan dakwah dan peningkatan perekonomian.

“Acara ini merupakan kegiatan yang kedua. Tahun 2014 yang lalu, alhamdulillah sukses dan dihadiri ribuan orang” ujar wakil ketua panitia, Prima S Dewi kepada Singgalang, Selasa (12/5) di Jakarta.

Menurut Prima, niat kegiatan tersebut juga untuk menjalin silaturahmi antar perantau dan masyarakat di ranah yang peduli akan pembangunan di kampung halaman, serta meningkatkan ibadah bersama-sama sesuai sunah untuk membentuk orang Minang berkarakter. Rentetan acara Tadabbur Al Quran, Tabliq Akbar, Takafur Alam di ranah Minang.

Acara akan diikuti perantau, tokoh masyarakat, niniak mamak, pimpinan pesantren, majelis taklim, guru-guru.
Tema acara yang diangkat adalah ” Tadabbur Quran untuk adat basandi syara’, syara’ basandi kitabullah, tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin”.

“Tadabbur Al Quran akan dilaksanakan di Painan, Bukittinggi, Pariaman. Seminar Q Gen dilaksanakan bagi pelajar di Bukittinggi” jelas Prima.

Sedangkan Tafakur alam akan dilaksanakan di pantai Padang, pantai Carocok, pantai Gondaria, Puncak Lawang, Istano Pagaruyuang dan beberapa tempat lainnya.

Acara puncak di Istano Pagaruyuang rencananya akan dihadiri 7000 orang. Sedangkan peserta dari rantau mencapai ratusan orang.

“Sampai saat ini masih banyak yang mau mendaftar ingin ikut. Antusias masyarakat sangat besar” lanjut Prima.

Dengan besarnya manfaat dari kegiatan ini, Prima mengharapkan partispasi dan dukungan semua pihak, agar masyarakat Minang terutama generasi muda dapat membentengi diri dari pengaruh negatif.

“Rencananya Gubernur juga hadir dalam kegiatan tersebut. Begitu juga dengan kepala daerah yang lainnya” pungkas Prima. (agus)

Loading...

Berita Terkait